TVRINews, Biak
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh kegiatan belajar-mengajar di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kesehatan anak-anak, mengingat paparan asap dalam jangka panjang berisiko tinggi memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak yang rentan.
"Dengan melihat kondisi yang ada pagi hari ini kami memberikan instruksi untuk sementrara waktu meliburkan anak didik Tingkat SD hingga mahasiswa, karena kita mengantisipasi dampak kondisi Kesehatan masyarakat," kata Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianhs Mansnembra, Selasa, 25 Agustus 2026.
Sebagai upaya penanganan lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Papua serta Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait.
Surat tersebut berisi permohonan dukungan armada untuk membantu proses pemadaman titik-titik api yang masih terus menyala, guna mencegah kabut asap semakin meluas dan berdampak lebih besar bagi kesehatan masyarakat.
Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan kini telah menyebar ke sembilan titik di wilayah Biak Numfor. Tiga titik yang tercatat paling parah berada di Kampung Adainasnosen, Darfuar, dan Adoki. Api yang terus membesar di sejumlah lokasi tersebut menimbulkan kabut asap pekat yang menyelimuti sebagian besar wilayah kabupaten.
Akibat kabut asap ini, jarak pandang di jalan raya menurun drastis, hanya berkisar 50 hingga 100 meter. Kondisi tersebut sangat membahayakan warga yang berkendara dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Tak hanya mengganggu jarak pandang, asap pekat juga menyebabkan banyak warga mengalami gangguan pernapasan.
Dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran ini terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak. Sejumlah warga terpaksa menjalani terapi penguapan atau menggunakan bantuan oksigen akibat penyakit asma yang kambuh akibat terpapar asap.










