TVRINews, Sentani
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, secara resmi membuka rangkaian Pra Festival Danau Sentani XV yang berlangsung di Pantai Wisata Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa, 25 Agustus 2026.
Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan pra festival yang akan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 25 hingga 29 Agustus 2026, dengan mengusung tema besar “Budayaku Adalah Hidupku.”
Dalam sambutannya, Fakhiri menegaskan bahwa Festival Danau Sentani bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial atau hiburan semata. Lebih dari itu, festival tahunan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam sebagai momentum strategis untuk menjaga dan merawat identitas masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat adat Sentani yang selama ini dikenal memiliki kekayaan tradisi dan kearifan lokal di sekitar Danau Sentani.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan budaya sebagai warisan yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang baik dan positif harus terus dirawat, dikembangkan, serta diwariskan secara utuh kepada generasi muda sebagai penerus tongkat estafet kebudayaan Sentani dan Papua secara umum.

(Foto: Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri)
Fakhiri juga menyoroti pentingnya sikap adaptif terhadap perkembangan zaman, di mana nilai-nilai budaya yang dinilai kurang relevan atau kurang baik dapat ditinggalkan maupun disesuaikan, tanpa harus menghilangkan esensi dan identitas budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sentani.
Pandangan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk terus mendorong pelestarian budaya secara dinamis, bukan sekadar mempertahankan tradisi secara kaku, melainkan menyesuaikannya agar tetap relevan dan hidup di tengah masyarakat modern, tanpa kehilangan akar dan makna aslinya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pra Festival Danau Sentani XV.
Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bukti kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, tokoh adat, pelaku budaya, hingga masyarakat setempat dalam menyukseskan agenda tahunan ini.
Haris menjelaskan bahwa kegiatan pra festival ini menjadi ruang penting bagi masyarakat Kabupaten Jayapura untuk memperkenalkan kekayaan budaya mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui rangkaian acara yang digelar, masyarakat dapat menampilkan berbagai kekayaan tradisi, mulai dari sajian kuliner khas lokal hingga beragam tarian adat yang menjadi ciri khas budaya Sentani dan sekitarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Pra Festival Danau Sentani ini dapat berjalan lancar dan berkesinambungan hingga puncak pelaksanaan Festival Danau Sentani yang dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026 mendatang.
Kesinambungan rangkaian acara ini diharapkan mampu membangun antusiasme masyarakat sekaligus menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar Papua, untuk turut menyaksikan kemeriahan festival budaya tahunan tersebut.
Lebih jauh, selain aspek pelestarian budaya, pemerintah daerah juga menargetkan agar penyelenggaraan Pra Festival Danau Sentani XV ini mampu memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Salah satu target utama adalah peningkatan aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan, baik sebagai penjual kuliner, kerajinan tangan, maupun penyedia jasa pariwisata selama festival berlangsung.
Dengan digelarnya Pra Festival Danau Sentani XV ini, diharapkan geliat ekonomi masyarakat sekitar Danau Sentani dapat meningkat signifikan, sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang terus digalakkan oleh pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat Papua.










