TVRINews, Jayapura
Persipura Jayapura melakukan perombakan komposisi pemain di tengah kompetisi Liga 2 yang baru memainkan tiga pertandingan. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu membawa kembali gelandang asal Jepang, Takuya Matsunaga, sementara pemain tengah asal Argentina, David Muller, dipastikan tidak lagi bergabung dengan skuad.
Langkah tersebut menjadi perhatian karena dilakukan saat kompetisi belum berjalan jauh. Manajemen Persipura memilih melakukan penyesuaian lebih awal untuk menyempurnakan komposisi tim.
Pelatih Persipura, Regi Aditya, menjelaskan bahwa dinamika transfer dan perombakan tim tersebut telah dipertimbangkan manajemen sebelum dirinya bergabung. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian strategi tim.
Terkait David Muller, Regi menyebut keputusan agar sang pemain tidak lagi bersama tim diambil berdasarkan sejumlah alasan yang telah dipertimbangkan secara matang oleh manajemen.
“Pemain seperti David Muller diputuskan untuk tidak lagi bersama tim karena alasan yang sudah dipertimbangkan oleh manajemen,” ujar Regi, menjelaskan latar belakang keputusan tersebut, Jumat, 2 Oktober 2026.
Meski kehilangan salah satu pemain tengah, Regi memastikan perubahan tersebut tidak akan mengurangi kepercayaan diri tim secara keseluruhan. Ia menegaskan, skuad tetap solid dan siap menghadapi sisa pertandingan di kompetisi Liga 2.
Perombakan di tengah kompetisi memang kerap menimbulkan tantangan, mulai dari proses adaptasi pemain hingga membangun kembali kekompakan di lapangan. Namun, pelatih menilai proses tersebut dapat dijalani tanpa mengganggu mentalitas para pemain.
Sementara itu, kehadiran kembali Takuya Matsunaga diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi lini tengah Persipura. Sebagai pemain yang sudah pernah memperkuat tim, gelandang asal Jepang tersebut dinilai tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan dan gaya bermain di Jayapura.
Lini tengah merupakan sektor vital yang menjadi pengatur tempo permainan sekaligus penghubung antara pertahanan dan serangan. Karena itu, kembalinya Matsunaga menjadi harapan baru bagi Persipura untuk meningkatkan kualitas permainan di sektor tersebut.
Selain itu, Persipura turut memasukkan pemain regulasi tambahan yang berasal dari Elite Pro Academy (EPA) musim lalu. Langkah ini bertujuan menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat di dalam tim.
Kehadiran pemain muda dari jalur pembinaan diharapkan dapat memicu persaingan positif untuk memperebutkan tempat di susunan pemain utama. Persaingan sehat di internal tim dinilai penting agar setiap pemain terus meningkatkan performa selama kompetisi berlangsung.
Dengan perombakan tersebut, Persipura berharap dapat tampil lebih kompetitif pada sisa kompetisi Liga 2 dan terus menjaga ambisi untuk meraih hasil terbaik bersama Mutiara Hitam.










