TVRINews, Sorong
Stasiun Meteorologi Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong mencatat sebanyak 1.463 titik panas (hotspot) tersebar di enam kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Data tersebut tercatat selama periode 1 hingga 8 Oktober 2026, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Sorong Selatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong, Ahmad Bisri, menyampaikan data tersebut saat memberikan keterangan pers di Kantor UPBU Domine Eduard Osok Sorong.

Menurut Ahmad, sebaran titik panas dan kondisi angin dari arah tenggara turut memengaruhi penyebaran kabut asap hingga menyelimuti wilayah Sorong Raya dan sekitarnya.
"Berdasarkan pemantauan satelit, asap yang menyebar menyebabkan penurunan jarak pandang, terutama di sekitar Bandara DEO Sorong. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas penerbangan," kata Ahmad dalam keterangannya, Jumat 9 Oktober 2026.
Ahmad menjelaskan, jarak pandang di sekitar bandara saat itu berkisar tiga kilometer.
Ia memaparkan sebaran titik panas meliputi Kota Sorong sebanyak 18 titik, Kabupaten Sorong 149 titik, Kabupaten Sorong Selatan 695 titik, Kabupaten Raja Ampat 368 titik, Kabupaten Tambrauw 142 titik, dan Kabupaten Maybrat sebanyak 91 titik.
Ahmad menyampaikan bahwa kondisi cuaca di wilayah Papua Barat Daya dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk fenomena El Niño yang disebutnya berada dalam kategori sangat kuat.
"Kondisi tersebut turut memengaruhi pola cuaca dan curah hujan di wilayah setempat. BMKG memprediksi kondisi El Niño akan kembali normal pada November," kata dia.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG, terutama terkait potensi kabut asap dan dampaknya terhadap aktivitas penerbangan maupun kegiatan sehari-hari.










