TVRINews, Jayapura
Pemerintah Provinsi Papua resmi memulai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Rabu, 22 Juli 2026. Sekolah berasrama yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) itu ditargetkan rampung pada Desember 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Papua.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen bersama Bupati Jayapura dan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua. Pembangunan dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua dengan Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua, John Herman Mampioper, mengatakan pembangunan sempat mengalami keterlambatan akibat proses penyelesaian dokumen teknis dan kontrak pekerjaan.
"Awalnya sesuai rencana tahun ini para siswa sudah dapat menempati gedung permanen. Namun, karena kendala teknis di Kementerian Pekerjaan Umum, terutama terkait penyelesaian dokumen teknis dan kontrak, penandatanganan kontrak baru dilakukan pada 3 Juli 2026 sehingga pekerjaan fisik baru dimulai pada Juli ini," kata John.
Ia menjelaskan, pembangunan akan difokuskan pada penyelesaian bangunan inti yang ditargetkan selesai paling lambat 15 Desember 2026. Fasilitas tersebut meliputi gedung sekolah yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah guru, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
"Target kami sesuai petunjuk teknis, pada 15 Desember bangunan inti sudah rampung sehingga dapat segera dimanfaatkan," ujarnya.
Setelah pembangunan selesai, seluruh siswa Sekolah Rakyat yang saat ini menjalani proses belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pasir Dua dan fasilitas milik Kementerian Sosial di Abepura akan dipindahkan ke kompleks sekolah baru di Kampung Maribu.
John menambahkan, pada tahun ajaran berikutnya penerimaan peserta didik akan diperluas dengan menjangkau delapan kabupaten dan satu kota di wilayah Provinsi Papua.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Papua untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Papua memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas," ucap Aryoko.
Menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjut Aryoko, juga mendorong keterlibatan putra-putri asli Papua sebagai tenaga pendidik agar proses pembelajaran lebih selaras dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, dukungan masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dinilai penting untuk memastikan keberhasilan program tersebut.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni) yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Papua berharap proyek tersebut dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.










