TVRINews, Manokwari
Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV resmi dibuka di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pembukaan ajang keagamaan nasional tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Pesparawi Nasional XIV mengusung tema "Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu" (Mazmur 34:2a) dengan subtema "Puji-pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua". Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia.
Rangkaian pembukaan diawali dengan ibadah yang diisi penampilan paduan suara, khotbah rohani, serta pertunjukan tari kolosal yang melibatkan ratusan penari. Suasana semakin semarak dengan kehadiran peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah.
Sebanyak 38 kontingen provinsi ambil bagian dalam Pesparawi Nasional XIV yang mempertandingkan 12 kategori lomba. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 5.000 orang.
Pada seremoni pembukaan, seluruh kontingen mengikuti defile yang diawali dengan penampilan tarian Yosim Pancar sebagai simbol persahabatan, kebersamaan, dan sukacita masyarakat Papua. Defile berlangsung meriah dan tertib dengan menampilkan kekayaan budaya dari masing-masing daerah.
Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, mengatakan jumlah peserta yang hadir mengalami penyesuaian dari rencana awal sekitar 8.000 orang menjadi 5.000 peserta.
"Penyesuaian jumlah peserta dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi efisiensi anggaran, namun tidak mengurangi semangat dan kualitas penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV," ujarnya.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.
"Pembangunan saat ini tidak lagi berorientasi pada satu wilayah tertentu, melainkan menjangkau seluruh daerah secara merata. Papua menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis yang sedang berjalan," kata Gibran.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan membutuhkan situasi yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. Karena itu, tema yang diangkat dalam Pesparawi Nasional XIV dinilai relevan dengan upaya menjaga harmoni dan persatuan di Tanah Papua.
"Nilai perdamaian dan persaudaraan yang diusung dalam Pesparawi ini menjadi fondasi penting untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua," ujarnya.
Pembukaan Pesparawi Nasional XIV ditandai dengan penabuhan 14 tifa oleh Wakil Presiden bersama sejumlah tokoh nasional dan daerah. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di Manokwari.










