TVRINews, Merauke
Pemerintah Provinsi Papua Selatan memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan hak masyarakat adat tetap terlindungi dalam setiap program pengelolaan lingkungan dan penanganan perubahan iklim.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan keberhasilan program pengelolaan hutan tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat adat serta manfaat yang mereka rasakan.
Menurutnya, masyarakat adat memiliki hubungan yang erat dengan hutan karena kawasan tersebut menjadi bagian dari ruang hidup sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersama-sama melakukan upaya mitigasi terhadap kerusakan alam akibat perubahan iklim,” ujar Ferdinandus.
Ferdinandus menegaskan, keterlibatan masyarakat adat harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam perencanaan hingga pelaksanaan program. Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan di lapangan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Program yang dijalankan jangan hanya berorientasi pada capaian kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat, khususnya masyarakat adat, dapat terlibat dan merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Pemprov Papua Selatan juga mengapresiasi kerja sama yang telah dibangun bersama WWF, Kementerian Lingkungan Hidup, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dalam menjalankan program pengelolaan hutan dan penanganan perubahan iklim.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut dinilai penting untuk memperluas dampak program sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjaga kawasan hutan.
Ferdinandus meminta seluruh pihak yang terlibat mencatat berbagai capaian, tantangan, dan hal penting selama pelaksanaan program. Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun langkah lanjutan.
“Setiap hal yang sudah dilakukan perlu dicatat dengan baik. Apa yang berhasil, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang perlu diperbaiki harus menjadi bahan untuk menyusun program berikutnya,” jelasnya.
Selain penguatan kolaborasi, Pemprov Papua Selatan melihat masih terbuka peluang untuk meningkatkan dukungan pendanaan bagi program pengelolaan hutan serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Ferdinandus berharap capaian program di Papua Selatan dapat menjadi pijakan untuk memperoleh dukungan yang lebih besar pada tahap selanjutnya.
“Kami berharap hasil yang sudah dicapai dapat menjadi dasar untuk memperkuat dukungan ke depan, sehingga program tidak berhenti pada satu tahapan, tetapi terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan kemitraan dengan pemerintah pusat, lembaga masyarakat sipil, serta mitra pembangunan akan terus diperkuat.
Upaya tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola hutan yang berkelanjutan, memperkuat perlindungan masyarakat adat, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.










