TVRINews, Papua
Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dengan yudisium sangat memuaskan.
Gelar tersebut diperoleh setelah Yan mempertahankan disertasi berjudul “Politik Hukum Otonomi Khusus Papua dan Dampak Implementasinya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Papua”.
Dalam disertasinya, Yan mengkaji perjalanan otonomi khusus Papua, mulai dari sejarah, pelaksanaan, evaluasi, hingga gagasan untuk memperbaiki kebijakan tersebut.
Salah satu gagasan yang ditawarkan Yan adalah konsep collaborative governance welfare. Konsep ini menekankan konsistensi pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan otonomi khusus dengan mempertimbangkan kondisi geografis, adat, budaya, serta kebutuhan masyarakat Papua.
"Tujuan utama otonomi khusus tetap kesejahteraan masyarakat Papua yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu menjalankan peran masing-masing secara konsisten dan memberi ruang lebih luas kepada daerah untuk menentukan kebutuhan serta prioritas pembangunannya," kata Yan.
Menurut Yan, konsep tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi khusus Papua. Evaluasi diperlukan agar kebijakan tidak hanya berorientasi pada administrasi dan anggaran, tetapi juga mampu menjawab persoalan masyarakat.
Dalam kajiannya, Yan menempatkan pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat, terutama Orang Asli Papua, sebagai bagian penting dari tujuan otonomi khusus. Penyelesaian pelanggaran HAM juga menjadi salah satu perhatian.
Yan menilai pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, politisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebijakan otonomi khusus dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Perjalanan akademik Yan dimulai di Universitas Cenderawasih, Jayapura. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kemudian melanjutkan pendidikan magister Ilmu Sosiologi di Universitas Indonesia.
Kini, gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran melengkapi perjalanan akademiknya. Yan juga mendorong generasi muda Papua untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan.
“Generasi muda Papua harus berani dan mampu merepresentasikan kemampuan kita di bidang akademik,” ujar Yan.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menilai gagasan yang ditawarkan Yan sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah. Ia berharap konsep tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau kita lihat apa yang ditawarkan Pak Yan itu bagus. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan secara konsisten,” ujar Elisa.
Menurut Elisa, penerapan gagasan tersebut membutuhkan komitmen dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Daerah juga membutuhkan ruang untuk menyesuaikan kebijakan dengan persoalan dan prioritas masyarakat.
Ia menyoroti penerapan skema block grant dan specific grant dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, kedua skema tersebut dapat diterapkan, tetapi pemerintah daerah tetap membutuhkan keleluasaan dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Sehingga kita di daerah itu kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Mana yang lebih prioritas, supaya ada yang kelihatan,” kata Elisa.
Elisa menilai pembagian anggaran berdasarkan persentase yang terlalu kaku berpotensi membuat sumber daya tersebar ke banyak sektor sehingga hasil pembangunan tidak selalu terlihat sesuai dengan kebutuhan utama masyarakat.
Ia pun menilai gagasan dalam disertasi Yan memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan pemerintah daerah dalam menjalankan otonomi khusus.
“Sangat sesuai,” kata Elisa ketika ditanya mengenai kesesuaian gagasan tersebut dengan kebutuhan kepala daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang turut menghadiri sidang promosi doktor Yan mengapresiasi pencapaian tersebut. Keduanya pernah menjadi anggota Komisi I DPR RI periode 2019-2024.
Farhan mengatakan Yan tetap menyelesaikan pendidikan doktoral di tengah aktivitas politik, perjalanan dinas, dan berbagai tanggung jawab lainnya.
“Yang lebih luar biasa lagi, beliau bisa menyelesaikan pendidikan strata tiga,” ujar Farhan.
Farhan berharap gelar doktor yang diraih Yan tidak berhenti sebagai pencapaian akademik. Ia mendorong Yan turut mengembangkan ilmu hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui semangat Tridharma perguruan tinggi.
Ia juga berharap Yan dapat memberikan kontribusi keilmuan bagi Kota Bandung, terlebih Bandung menjadi salah satu tujuan banyak pelajar dan mahasiswa asal Papua untuk menempuh pendidikan.










