TVRINews, Manokwari
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan pendidikan di Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.
Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan hingga ke wilayah terluar, termasuk Papua. Selain memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas guru serta memberikan dukungan bagi sekolah negeri maupun swasta.

"Pembangunan pendidikan di Papua tidak berhenti pada pembangunan fisik sekolah, tetapi menjadi bagian dari langkah besar menghadirkan pendidikan bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045," kata Abdul Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan program revitalisasi untuk 89 sekolah di Papua Barat dengan total anggaran mencapai Rp114 miliar. Seluruh pekerjaan revitalisasi tersebut telah selesai 100 persen.
Khusus di Kabupaten Manokwari, revitalisasi tahun 2025 menyasar 31 sekolah dengan total anggaran Rp39,9 miliar dan seluruh pengerjaannya telah rampung.
Sementara untuk tahun 2026, Kabupaten Manokwari mengusulkan revitalisasi terhadap 53 sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan nilai anggaran mencapai Rp10,6 miliar.
Abdul Mu’ti berharap program revitalisasi yang berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar para siswa.
"Revitalisasi sekolah tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga memperkuat semangat belajar peserta didik. Anak-anak kita bisa belajar lebih gembira karena kelasnya nyaman. Semua teori pendidikan menyebutkan tempat belajar yang aman dan nyaman akan meningkatkan motivasi belajar," ucapnya.
Pemerintah berharap program revitalisasi sekolah yang terus berjalan dapat memperkuat kualitas pendidikan di Papua Barat sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.










