TVRINews, Jayapura
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Anggota DPR RI Komisi XIII, Yan Permenas Mandenas, menyalurkan bantuan pangan dan logistik seberat 2,94 ton kepada warga terdampak kebakaran di Kota Jayapura, Kamis, 24 September 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan saat Wali Kota Jayapura Abisai Rollo bersama Yan Mandenas meninjau langsung kondisi warga yang terdampak bencana. Bantuan berasal dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari bantuan pribadi, Pemkot Jayapura, hingga dukungan Badan Urusan Logistik (Bulog).
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.
Menurut Rollo, berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti penanganan terhadap korban bencana ikut berakhir. Pemerintah Kota Jayapura, kata dia, tetap berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
"Penanganan pascabencana tidak berhenti setelah status tanggap darurat selesai. Kami akan terus mengawal proses pemulihan, termasuk memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang layak," ujar Rollo, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Sementara itu, Yan Permenas Mandenas mengatakan dirinya bersama Pemkot Jayapura akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan warga, termasuk kebutuhan makan dan minum di lokasi pengungsian agar tetap sesuai standar nasional.
Selain kebutuhan dasar, perhatian juga diarahkan pada solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah.
Yan menyebut sejumlah skema pemulihan hunian saat ini tengah dirumuskan. Salah satunya melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta opsi subsidi silang melalui Dinas Sosial (Dinsos).
Melalui skema tersebut, setiap kepala keluarga (KK) terdampak direncanakan memperoleh alokasi anggaran khusus. Dana itu nantinya dapat digunakan warga untuk membangun kembali rumah secara mandiri sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga.
"Yang paling penting adalah bagaimana ratusan warga yang kehilangan rumah ini bisa segera mendapatkan hunian yang layak. Karena itu, sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan," kata Yan.
Untuk mempercepat proses pemulihan, jajaran legislatif dan eksekutif dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada pekan depan. Mereka akan menemui sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk membahas penyelesaian administrasi sekaligus mempercepat realisasi bantuan hunian bagi korban kebakaran.
Salah satu opsi yang akan dijajaki dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan sekitar 300 unit rumah baru bagi warga terdampak. Opsi ini akan dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari solusi jangka panjang pascabencana.
Penyerahan bantuan turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jayapura, di antaranya Kapolresta Jayapura, perwakilan Kodam, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda), Kepala Divisi Bulog, kepala distrik, serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak kebakaran sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Pemkot Jayapura bersama DPR RI dan instansi terkait hingga kini terus mengupayakan percepatan pemulihan, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun penyediaan hunian layak bagi warga yang terdampak kebakaran.










