TVRINews, Timika
Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Timika, Demerina Uamang, korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, akhirnya dipulangkan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Proses penyerahan dilakukan Polres Mimika bersama jajaran Polda Papua Tengah dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Sebelum dipulangkan, Demerina terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya memungkinkan kembali ke lingkungan keluarga.
Demerina diketahui menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Timika sejak 14 September 2026. Setelah mendapatkan penanganan medis selama beberapa hari, kondisi fisik dan mental korban dilaporkan membaik.
Pada pukul 11.07 WIT, Demerina diberangkatkan menggunakan ambulans milik Satgas Operasi Damai Cartenz menuju rumah keluarganya di Jalan Cendrawasih SP 2, Kompleks Jembatan Selamat Datang, Kabupaten Mimika.
Rombongan tiba sekitar pukul 11.40 WIT. Setibanya di lokasi, Kapolres Mimika menyerahkan langsung Demerina kepada pihak keluarga yang diterima oleh Yulianus Uamang.
Suasana haru mewarnai proses penyerahan tersebut. Keluarga sebelumnya telah melalui masa penantian setelah Demerina dilaporkan hilang dalam peristiwa penculikan di Distrik Jila.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada aparat kepolisian atas proses evakuasi, perawatan, dan pendampingan yang diberikan kepada Demerina hingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Keterangan Korban Didalami Aparat
Kepolisian juga masih mendalami peristiwa penculikan yang dialami Demerina. Keterangan korban menjadi salah satu bahan penting bagi aparat untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.
Kapolres Mimika menegaskan informasi yang diberikan Demerina akan menjadi bagian dari proses pendalaman kasus, termasuk untuk mendukung upaya penanganan terhadap warga lain yang hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan keterangan awal, Demerina diduga diculik kelompok kriminal bersenjata pada 17 Agustus 2026 di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
Saat kejadian, korban disebut sempat dibawa dan disandera bersama sejumlah warga sipil lainnya. Demerina kemudian berhasil melarikan diri ketika kelompok yang membawanya sedang tertidur.
Setelah melarikan diri, Demerina bertahan di tengah hutan dalam kondisi terbatas. Korban akhirnya ditemukan oleh warga setempat dan kemudian dievakuasi oleh tim gabungan aparat keamanan menuju Timika.
Korban Jalani Pemulihan di Timika
Sesampainya di Timika, Demerina langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. Perawatan dilakukan untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental korban setelah melalui situasi sulit selama berada di kawasan hutan.
Setelah dinyatakan membaik, Demerina diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan melanjutkan proses pemulihan bersama keluarga.
Kepolisian berharap keluarga dapat terus memberikan dukungan kepada korban sekaligus menyampaikan informasi yang diperlukan untuk membantu proses penyelidikan.
Penanganan terhadap Demerina menjadi bagian dari upaya aparat gabungan TNI-Polri dalam menangani dampak konflik bersenjata di Papua Tengah, termasuk memastikan keselamatan masyarakat sipil di wilayah yang masih berada dalam situasi rawan.
Aparat juga terus melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh dari korban sebagai bagian dari upaya penanganan kasus dan pencarian warga lain yang masih belum ditemukan.










